Stay Connected

Diberdayakan oleh Blogger.

Tags


Powered by WidgetsForFree

Be our Fan on Facebook

Ads

Popular Posts

Featured Content

Resources and Tools

Popular Posts

Our Partners

Tampilkan postingan dengan label haji murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji murah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Desember 2012

Menyambut Jemaah Haji

Do'a Untuk Menyambut Jemaah Haji

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabatnya dan para pengikutnya yang baik hingga hari kiamat.Amma ba’du:

Perjalanan haji merupakan perjalanan ibadah yang penuh dengan rintangan dan cobaan, yang diimpikan oleh setiap muslim, oleh karenanya Allah Ta’alaa menjanjikan ganjaran surga bagi siapa yang mendapatkan haji mabrur serta diampuni dosanya.

Ketika jamaah haji kembali ke tanah air, sebagian besar kaum muslimin berbondong-bondong menyambut mereka dengan mengucapkan ucapan selamat dan doa atas keselamatan dan keberhasilan mereka. Maka apa kedudukan ucapan selamat dan doa untuk jamaah haji yang kembali pulang dari sisi syar’ie?

Mengapa orang yang mengucapkan kepada orang yang selesai mengerjakan shalat “Taqabbalallahu” (semoga Allah mengkabulkannya) bahwa itu perkataan bid’ah, sedangkan orang yang selesai Umrah atau Haji diucapkan kepada mereka: “Taqabbalallahu hajjaka atau umrotaka” atau ucapan “hajjun mabrur  au umratun maqbulah” tanpa ada yang mengingkarinya, dan ini masyhur sampai dikalangan para penuntut ilmu dan ulama tanpa diingkari, padahal shalat merupakan kewajiban dan haji juga kewajiban, dan doanya juga doa yang sama, namun mengapa yang pertama dihukumi bid’ah sedangkan yang kedua tidak?

Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabatnya dan para pengikutnya yang baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Sesungguhnya ucapan seorang muslim yang dibiasakan kepada saudaranya setelah shalat “Taqabbalallahu” sebagai bentuk ibadah merupakan ucapan bid’ah, karena ibadah dasarnya adalah tauqifiyah, sedangkan tidak pernah ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maupun salah seorang shahabat yang mulia membiasakan ucapan itu.

Adapun ucapan kepada jamaah haji maupun umrah, maka dalam hal itu ada beberapa riwayat:

Telah dikeluarkan oleh Ibnu Sunni dan At-Thabrani dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: seorang pemuda datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: sesungguhnya aku berhaji, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan bersamanya, dan berkata: “wahai pemuda, semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, dan menuntunmu kepada kebaikan, dan mencukupimu dari kesedihan”, maka tatkala pemuda tersebut pulang dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau berkata: “wahai pemuda, semoga Allah menerima hajimu, dan mengampuni dosamu, dan menggantikan nafkahmu”.

Juga diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam sunannya dari Ibnu Umar bahwa beliau mengucapkan kepada orang yang kembali dari haji:

تقبل الله سعيك وأعظم أجرك، وأخلف نفقتك.

“Taqabbalallahu sa’yaka wa a’dzama ajraka wa akhlafa nafaqataka”

Artinya: (semoga Allah menerima sa’imu(usahamu), dan membesarkan pahalamu, dan mengganti nafkahmu).

Ibnu Muflih rahimahullah berkata dalam kitab Al-Furu’: Al-Ajuri menyebutkan tentang mustahabnya mengantarkan haji dan berpamitan dengannya dan memintanya untuk mendoakannya, Al-Fadhl bin Ziyad menukilkan apa yang kami dengar doa untuk orang yang pergi berperang jika kembali, adapun haji maka kami mendengarnya dari Ibnu Umar dan Abu Qalabah dan orang-orang juga mendoakannya.

Dikatakan dalam Al-Mausu’ah Fiqhiyyah: ulama Syafi’iyyah berpendapat dianjurkan ucapan kepada orang yang berhaji atau umrah:

تقبل الله حجك أو عمرتك وغفر ذنبك وأخلف عليك نفقتك

“Taqabbalallahu hajjaka au umrataka wa ghafara dzanbaka wa akhlafa ‘alaika nafaqataka”

Artinya: (Semoga Allah menerima hajimu atau umrahmu, dan mengampuni dosamu, dan mengganti nafkahmu).

Perbedaan antara doa dalam dua keadaan itu, tidak ada riwayat doa dari seorang shahabatpun setelah shalat, dan adanya riwayat setelah haji.

Demikian pula Syeikh Ibnu Jibrin rahimahullah telah mengeluarkan fatwa kebolehannya diqiyaskan dengan ucapan selamat ketika hari raya.

Wallahu A’lam bishowab

Seribu TOPENG

Jangan terpedaya oleh saya. Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai. Saya memakai seribu topeng. Topeng yang saya takut untuk menanggalkannya. Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah saya yang sebenarnya. Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati dengan diri saya, tetapi janganlah terpedaya.
Saya memberi kesan bahwa kedudukan saya dalam keadaan selamat. Semua yang bersama saya bercahaya dan tenteram baik lahir maupun batin. Rahasia adalah nama saya dan ketenangan adalah permainan saya. Air semuanya tenang dan saya merasa berkuasa dan tidak memerlukan bantuan siapapun. Tapi jangan percaya itu, tolong... jangan!
Penampilan luar saya kelihatan halus, tapi itu adalah topeng saya, topeng yang selalu berubah dan menutupi wajah saya yang sebenarnya. Di bawah topeng itu ialah ketidakpuasan hati, ketidaktenteraman, dan kegelisahan. Yang dibalik topeng itu adalah diri saya yang sebenarnya, yang dalam kebingungan, ketakutan, dan kesunyian. Tapi saya sembunyikan di diri saya. Saya tidak mau siapapun mengetahuinya. Saya panik memikirkan kelemahan saya akan terbongkar.
Itulah sebabnya saya secara gila menciptakan topeng untuk berlindung, satu pencarian yang rumit untuk membantu saya berpura-pura dan berlindung dari pandangan mereka yang dapat mengenal saya. Tapi pandangan seperti itu sebenarnya adalah pandangan penyelamat saya. Itulah satu-satunya yang dapat membebaskan saya daripada saya yang terpenjara oleh dinding penjara buatan sendiri, dari dinding pemisah yang bersusah payah saya bina. Tapi saya tidak menyatakan perkara ini kepada kamu, saya tak berani, saya takut.
Saya takut pada pandangan kamu yang tidak diikuti dengan kasih sayang dan penerimaan. Saya takut kamu memperkecilkan saya. Kamu akan menertawakan saya dan ketawa kamu akan membunuh saya. Saya takut bahwa jauh dalam diri saya, saya bukan apa-apa, saya tak berguna dan kamu akan melihatnya dan menolak saya. Oleh karena itu, saya akan bergelimang dengan permainan kesukaan saya, kepura-puraan, dan berputus asa. Dengan kepastian palsu di luar dan seorang kanak-kanak menggigil di dalamnya.
Saya sangat ingin menjadi manusia tulen, bersahaja, dan diri sendiri, tapi kamu harus menolong saya. Bantulah saya dengan mengulurkan kedua belah tangan kamu. Walaupun itulah yang terakhir yang saya ingin dan perlukan. Setiap kamu bersikap baik, lembut, dan memberikan dorongan. Setiap kali kamu mencoba memahami saya karena kamu benar-benar memperhatikan diri saya, hati saya mulai tumbuhkan sayap. Sayap yang sangat kecil dan lemah. Tapi benar-benar sayap. Dengan kepekaan dan simpati kamu dan upaya kamu untuk memahami saya, saya dapat melakukannya, saya dapat memperbaiki. Kamu menghidupkan kembali jiwa saya yang telah lama terkubur. Memang tidak mudah bagi kamu untuk melakukannya.
Keyakinan yang lama pada sesuatu yang tak berarti, berupaya membina dinding yang teguh. Tetapi kasih sayang lebih teguh daripada dinding, dan disitulah harapan saya. Tolong jangan robohkan dinding itu dengan tangan yang kukuh, tapi dengan tangan yang lembut karena di dalamnya ada seorang kanak-kanak yang sensitif dan saya adalah seorang kanak-kanak.


(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.5)

Tips Untuk Pelaksanaan Ibadah Haji

Tips Bugar Saat Ibadah
  • Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
  • Kurangi kegiatan yang tak perlu
  • Istirahat dan tidur cukup
  • Makan bergizi dan teratur
  • Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air

Tips hindari sakit Batuk
  • Bawa pakaian hangat
  • Gunakan penghangat leher
  • Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
  • Jangan minum dingin

Tips hindari Influenza
  • Imunisasi
  • Jaga kebersihan
  • Istirahat cukup
  • Makan buah dan sayur
  • Pakai masker

Tip menahan dingin
  • Siapkan pakaian hangat di tas tentengan
  • Pakai baju hanoman
  • Pakai krim pelembab
  • Sering minum
  • Banyak makan buah
Tips barang bawaan 
  • Alas kaki
  • Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb
  • Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah
  • Semprotan air
  • Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher
  • Masker
  • Handuk kecil
  • "Topi Joshua"
  • Tas ransel
  • Peniti
  • Alat tulis
  • Buku
  • Tustel
  • Krim pelembab

Tips Membawa Barang
  • Barang bawaan maksimal 35 kg
  • Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan
  • Jangan membawa barang-barang yang terlarang
  • Ikat koper dengan rapi
  • Tandai koper dengan tanda tertentu

Awas copet
Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:
  • Daerah sekitar pelataran masjid
  • Seputaran Ka'bah dan
  • Tempat Tahalul (Marwah).
Tips Saat Tawaf Qudum
Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.
Tips Agar tak Tersesat
  • Hafalkan lokasi pondokan
  • Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan
  • Berangkat dengan rombongan
  • Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya
  • Cari petugas haji
  • Bawa tanda pengenal
  • Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.

Tips masuk masjid agar tak tersesat
  • Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
  • Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
  • Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
  • Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  • Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu. 
  • Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  • Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.

Tips Mencium Hajar Aswad
  • Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat
  • Pastikan fisik kuat
  • Jangan bawa barang berharga
  • Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
  • Jangan gunakan joki
  • Tidak lama-lama
  • Hindari menyakiti sesama jamaah

Tips Tawaf dan Sai`
  • Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
  • Berangkat dalam rombongan
  • Makan sebelum berangkat
  • Buat kelompok kecil
  • Sepakati lokasi pertemuan
  • Hindari waktu padat
  • Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat

Tips Menyimpan Uang
  • Tukarkan dengan uang pecahan

  • Jangan letakkan uang di satu tempat
  • Jangan buka dompet di tempat umum
  • Titipkan di safety box jika banyak
  • Ke masjid bawa uang secukupnya
Tips di Pondokan
  • Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat
  • Jangan naik lift sendiri
  • Simpan barang di tempat aman
  • Matikan peralatan listrik jika pergi
  • Matikan peralatan masak jika pergi
  • Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat
  • Buat denah pondokan

Kebugaran saat ibadah haji
  • Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.
  • Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.
  • Olahraga ringan setiap pagi

Tip Shalat di Masjid Nabawi
  • Gunakan pakaian hangat ketika berangkat
  • Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)
  • Hindari shalat di pelataran masjid
  • Ingat nomor rak sandal

Tips nyaman beribadah
  • Jangan tergantung pembimbing
  • Mantapkan tata cara berhaji
  • Hafalkan doa-doa
  • Buat kelompok kecil

Sumber : www.republika.co.id

Haji Mabrur


A. Indikator Saat Ibadah Haji


  1. Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
     
  2. Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.
     
  3. Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.
     
  4. Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

B. Indikator Setelah Ibadah Haji

  1. Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT.

  2. Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bid'ah dsb.
     
  3. Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat.
     
  4. Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda'wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma'ruf dengan cara yang ma'ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar.
     
  5. Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dsb.
     
  6. Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya.

  7. Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam.
     
  8. Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.
     
  9. Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa.
     
  10. Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan "Izzul Islam wal Muslimin".

          Sumber : Buku Petunjuk Ibadah Haji, Umroh dan Ziarah - Oleh : H. Dr. Miftah Faridl

Persiapan untuk pelaksanaan Haji



  1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
     
  2. Mempersiapkan mental utk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan ketangguhan, keikhlasan dan ketawakkalan atau kepasrahan kepada Allah SWT.
     
  3. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan.
     
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
     
  5. Melaksanakan janji yang pernah dinyatakan.
     
  6. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga.

  7. Memohon do'a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
     
  8. Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, khususnya manasik haji.
     
  9. Menjaga kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi selama dalam perjalanan haji.
     
  10. Mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dianggap perlu, diantaranya :

    Perlengkapan Pria
    a. Baju sehari-hari secukupnya  
    b. Kain Ihram 1 atau 2 stel  
    c. Ikat pinggang  
    d. Keperluan mandi  
    e. Kain sarung, 2 buah  

    Perlengkapan Wanita
    a. Mukena atas saja, minimal 2 buah  
    b. Tunik putih atau rok putih utk ihram 2 buah  
    c. Baju sehari-hari secukupnya  
    d. Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah  
    e. Kaos kaki sekitar 6 pasang  

    Perlengkapan unruk Pria dan Wanita
    a. Mantel utk tidur (bagi yang tidak kuat AC)  
    b. Selimut tipis  
    c. sandal jepis 2 pasang  
    d. Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah  
    e. Kaos kaki sekitar 6 pasang  
    f. Sepatu sandal atau sepatu tertutup yang tdk mudah lepas  
    g. Obat-obatan pribadi  
    h. Kantong plastik (kresek) sekitar 10 buah  
    i. Gunting kecil utk Tahallul  
    j. Payung  
    k. Senter  
    l. Biaya utk dam, kurban dsb.  

    Sumber : Buku Petunjuk Ibadah Haji dan Umroh - Oleh : H. Dr. Miftah Faridl.

Rukun Haji



Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah

 

Rukun HajiArti
Ihram Pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat
 
Wukuf di Arafah Berdiam diri dan berdoa di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah
 
Tawaf Ifadah Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah
 
Sa'i Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah
 
Tahallul Bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i
 
Tertib Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal
 

Tahapan Ibadah Haji

Jenis Haji Pelaksanaan
  Haji Tamattu
 
  Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh dahulu kemudian Ibadah Haji, dan diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Umroh
b. Ihram lagi dari miqat untuk Haji
c. Membayar Dam
d. Disunatkan Tawaf Qudum

  Haji Ifrad  
 
Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul.

a. Ihram dari miqat
untuk Haji
b. Ihram lagi dari miqat untuk Umroh
c. Tidak membayar Dam

  Haji Qiran  
 
Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.

a. Ihram dari miqat
untuk Haji dan Umroh
b. Melakukan semua pekerjaan haji
c. Membayar Dam

Pengertian Haji

Pengertian Haji
Sengaja datang ke Mekah, mengunjungi Ka'bah dan tempat-tempat lainnya untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
 


  Keutamaan Haji
   
  1. Ibadah Haji merupakan salah satu perintah Allah yang harus dikerjakan, bagi yang mampu.
  2. Ibadah Haji merupakan Jihad fi Sabilillah.
  3. Ibadah Haji dapat menghapuskan dosa, bagi yang menjalankannya sesuai dengan
    perintah Allah SWT.

  4. Haji dan Umroh merupakan kifarat/penebus dosa.Ada dosa yang yang hanya dapat ditebus
    dengan wukuf di Arafah saat Ibadah Haji.

  5. Surga adalah balasan bagi Haji yang mabrur.
  6. Biaya yang dikeluarkan untuk Ibadah Haji merupakan infaq fi sabilillah.