Segala puji bagi Allah, shalawat serta
salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para
shahabatnya dan para pengikutnya yang baik hingga hari kiamat.Amma
ba’du:
Perjalanan haji merupakan perjalanan
ibadah yang penuh dengan rintangan dan cobaan, yang diimpikan oleh
setiap muslim, oleh karenanya Allah Ta’alaa menjanjikan ganjaran surga bagi siapa yang mendapatkan haji mabrur serta diampuni dosanya.
Ketika jamaah haji kembali ke tanah air,
sebagian besar kaum muslimin berbondong-bondong menyambut mereka dengan
mengucapkan ucapan selamat dan doa atas keselamatan dan keberhasilan
mereka. Maka apa kedudukan ucapan selamat dan doa untuk jamaah haji yang
kembali pulang dari sisi syar’ie?
Mengapa orang yang mengucapkan kepada orang yang selesai mengerjakan shalat “Taqabbalallahu”
(semoga Allah mengkabulkannya) bahwa itu perkataan bid’ah, sedangkan
orang yang selesai Umrah atau Haji diucapkan kepada mereka: “Taqabbalallahu hajjaka atau umrotaka” atau ucapan “hajjun mabrur au umratun maqbulah”
tanpa ada yang mengingkarinya, dan ini masyhur sampai dikalangan para
penuntut ilmu dan ulama tanpa diingkari, padahal shalat merupakan
kewajiban dan haji juga kewajiban, dan doanya juga doa yang sama, namun
mengapa yang pertama dihukumi bid’ah sedangkan yang kedua tidak?
Segala puji bagi Allah shalawat serta
salam semoga salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para
shahabatnya dan para pengikutnya yang baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:
Sesungguhnya ucapan seorang muslim yang dibiasakan kepada saudaranya setelah shalat “Taqabbalallahu” sebagai bentuk ibadah merupakan ucapan bid’ah, karena ibadah dasarnya adalah tauqifiyah, sedangkan tidak pernah ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maupun salah seorang shahabat yang mulia membiasakan ucapan itu.
Adapun ucapan kepada jamaah haji maupun umrah, maka dalam hal itu ada beberapa riwayat:
Telah dikeluarkan oleh Ibnu Sunni dan At-Thabrani dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: seorang pemuda datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: sesungguhnya aku berhaji, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
berjalan bersamanya, dan berkata: “wahai pemuda, semoga Allah
membekalimu dengan ketakwaan, dan menuntunmu kepada kebaikan, dan
mencukupimu dari kesedihan”, maka tatkala pemuda tersebut pulang dia
mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau berkata: “wahai pemuda, semoga Allah menerima hajimu, dan mengampuni dosamu, dan menggantikan nafkahmu”.
Juga diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur
dalam sunannya dari Ibnu Umar bahwa beliau mengucapkan kepada orang
yang kembali dari haji:
تقبل الله سعيك وأعظم أجرك، وأخلف نفقتك.
“Taqabbalallahu sa’yaka wa a’dzama ajraka wa akhlafa nafaqataka”
Artinya: (semoga Allah menerima sa’imu(usahamu), dan membesarkan pahalamu, dan mengganti nafkahmu).
Ibnu Muflih rahimahullah berkata dalam kitab Al-Furu’: Al-Ajuri menyebutkan tentang mustahabnya
mengantarkan haji dan berpamitan dengannya dan memintanya untuk
mendoakannya, Al-Fadhl bin Ziyad menukilkan apa yang kami dengar doa
untuk orang yang pergi berperang jika kembali, adapun haji maka kami
mendengarnya dari Ibnu Umar dan Abu Qalabah dan orang-orang juga
mendoakannya.
Dikatakan dalam Al-Mausu’ah Fiqhiyyah: ulama Syafi’iyyah berpendapat dianjurkan ucapan kepada orang yang berhaji atau umrah:
تقبل الله حجك أو عمرتك وغفر ذنبك وأخلف عليك نفقتك
“Taqabbalallahu hajjaka au umrataka wa ghafara dzanbaka wa akhlafa ‘alaika nafaqataka”
Artinya: (Semoga Allah menerima hajimu atau umrahmu, dan mengampuni dosamu, dan mengganti nafkahmu).
Perbedaan antara doa dalam dua keadaan
itu, tidak ada riwayat doa dari seorang shahabatpun setelah shalat, dan
adanya riwayat setelah haji.
Demikian pula Syeikh Ibnu Jibrin rahimahullah telah mengeluarkan fatwa kebolehannya diqiyaskan dengan ucapan selamat ketika hari raya.
Wallahu A’lam bishowab
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori artikel /
haji /
haji 2013 /
haji 2013 surabaya /
haji murah /
harga naik haji /
islam /
istilah dalam haji /
istilah dalam umroh /
tempat bersejarah /
umroh /
umroh 2013 /
umroh 2013 surabaya /
umroh murah
dengan judul Menyambut Jemaah Haji. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://umroh-murah-2015.blogspot.com/2012/12/menyambut-jemaah-haji.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Jumat, 14 Desember 2012
Belum ada komentar untuk "Menyambut Jemaah Haji"
Posting Komentar