Stay Connected

Diberdayakan oleh Blogger.

Tags


Powered by WidgetsForFree

Be our Fan on Facebook

Ads

Popular Posts

Featured Content

Resources and Tools

Popular Posts

Our Partners

Tampilkan postingan dengan label harga naik haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga naik haji. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Desember 2012

Menyambut Jemaah Haji

Do'a Untuk Menyambut Jemaah Haji

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabatnya dan para pengikutnya yang baik hingga hari kiamat.Amma ba’du:

Perjalanan haji merupakan perjalanan ibadah yang penuh dengan rintangan dan cobaan, yang diimpikan oleh setiap muslim, oleh karenanya Allah Ta’alaa menjanjikan ganjaran surga bagi siapa yang mendapatkan haji mabrur serta diampuni dosanya.

Ketika jamaah haji kembali ke tanah air, sebagian besar kaum muslimin berbondong-bondong menyambut mereka dengan mengucapkan ucapan selamat dan doa atas keselamatan dan keberhasilan mereka. Maka apa kedudukan ucapan selamat dan doa untuk jamaah haji yang kembali pulang dari sisi syar’ie?

Mengapa orang yang mengucapkan kepada orang yang selesai mengerjakan shalat “Taqabbalallahu” (semoga Allah mengkabulkannya) bahwa itu perkataan bid’ah, sedangkan orang yang selesai Umrah atau Haji diucapkan kepada mereka: “Taqabbalallahu hajjaka atau umrotaka” atau ucapan “hajjun mabrur  au umratun maqbulah” tanpa ada yang mengingkarinya, dan ini masyhur sampai dikalangan para penuntut ilmu dan ulama tanpa diingkari, padahal shalat merupakan kewajiban dan haji juga kewajiban, dan doanya juga doa yang sama, namun mengapa yang pertama dihukumi bid’ah sedangkan yang kedua tidak?

Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabatnya dan para pengikutnya yang baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Sesungguhnya ucapan seorang muslim yang dibiasakan kepada saudaranya setelah shalat “Taqabbalallahu” sebagai bentuk ibadah merupakan ucapan bid’ah, karena ibadah dasarnya adalah tauqifiyah, sedangkan tidak pernah ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maupun salah seorang shahabat yang mulia membiasakan ucapan itu.

Adapun ucapan kepada jamaah haji maupun umrah, maka dalam hal itu ada beberapa riwayat:

Telah dikeluarkan oleh Ibnu Sunni dan At-Thabrani dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: seorang pemuda datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: sesungguhnya aku berhaji, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan bersamanya, dan berkata: “wahai pemuda, semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, dan menuntunmu kepada kebaikan, dan mencukupimu dari kesedihan”, maka tatkala pemuda tersebut pulang dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau berkata: “wahai pemuda, semoga Allah menerima hajimu, dan mengampuni dosamu, dan menggantikan nafkahmu”.

Juga diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam sunannya dari Ibnu Umar bahwa beliau mengucapkan kepada orang yang kembali dari haji:

تقبل الله سعيك وأعظم أجرك، وأخلف نفقتك.

“Taqabbalallahu sa’yaka wa a’dzama ajraka wa akhlafa nafaqataka”

Artinya: (semoga Allah menerima sa’imu(usahamu), dan membesarkan pahalamu, dan mengganti nafkahmu).

Ibnu Muflih rahimahullah berkata dalam kitab Al-Furu’: Al-Ajuri menyebutkan tentang mustahabnya mengantarkan haji dan berpamitan dengannya dan memintanya untuk mendoakannya, Al-Fadhl bin Ziyad menukilkan apa yang kami dengar doa untuk orang yang pergi berperang jika kembali, adapun haji maka kami mendengarnya dari Ibnu Umar dan Abu Qalabah dan orang-orang juga mendoakannya.

Dikatakan dalam Al-Mausu’ah Fiqhiyyah: ulama Syafi’iyyah berpendapat dianjurkan ucapan kepada orang yang berhaji atau umrah:

تقبل الله حجك أو عمرتك وغفر ذنبك وأخلف عليك نفقتك

“Taqabbalallahu hajjaka au umrataka wa ghafara dzanbaka wa akhlafa ‘alaika nafaqataka”

Artinya: (Semoga Allah menerima hajimu atau umrahmu, dan mengampuni dosamu, dan mengganti nafkahmu).

Perbedaan antara doa dalam dua keadaan itu, tidak ada riwayat doa dari seorang shahabatpun setelah shalat, dan adanya riwayat setelah haji.

Demikian pula Syeikh Ibnu Jibrin rahimahullah telah mengeluarkan fatwa kebolehannya diqiyaskan dengan ucapan selamat ketika hari raya.

Wallahu A’lam bishowab

Tips Untuk Pelaksanaan Ibadah Haji

Tips Bugar Saat Ibadah
  • Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
  • Kurangi kegiatan yang tak perlu
  • Istirahat dan tidur cukup
  • Makan bergizi dan teratur
  • Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air

Tips hindari sakit Batuk
  • Bawa pakaian hangat
  • Gunakan penghangat leher
  • Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
  • Jangan minum dingin

Tips hindari Influenza
  • Imunisasi
  • Jaga kebersihan
  • Istirahat cukup
  • Makan buah dan sayur
  • Pakai masker

Tip menahan dingin
  • Siapkan pakaian hangat di tas tentengan
  • Pakai baju hanoman
  • Pakai krim pelembab
  • Sering minum
  • Banyak makan buah
Tips barang bawaan 
  • Alas kaki
  • Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb
  • Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah
  • Semprotan air
  • Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher
  • Masker
  • Handuk kecil
  • "Topi Joshua"
  • Tas ransel
  • Peniti
  • Alat tulis
  • Buku
  • Tustel
  • Krim pelembab

Tips Membawa Barang
  • Barang bawaan maksimal 35 kg
  • Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan
  • Jangan membawa barang-barang yang terlarang
  • Ikat koper dengan rapi
  • Tandai koper dengan tanda tertentu

Awas copet
Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:
  • Daerah sekitar pelataran masjid
  • Seputaran Ka'bah dan
  • Tempat Tahalul (Marwah).
Tips Saat Tawaf Qudum
Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.
Tips Agar tak Tersesat
  • Hafalkan lokasi pondokan
  • Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan
  • Berangkat dengan rombongan
  • Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya
  • Cari petugas haji
  • Bawa tanda pengenal
  • Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.

Tips masuk masjid agar tak tersesat
  • Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
  • Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
  • Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
  • Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  • Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu. 
  • Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  • Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.

Tips Mencium Hajar Aswad
  • Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat
  • Pastikan fisik kuat
  • Jangan bawa barang berharga
  • Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
  • Jangan gunakan joki
  • Tidak lama-lama
  • Hindari menyakiti sesama jamaah

Tips Tawaf dan Sai`
  • Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
  • Berangkat dalam rombongan
  • Makan sebelum berangkat
  • Buat kelompok kecil
  • Sepakati lokasi pertemuan
  • Hindari waktu padat
  • Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat

Tips Menyimpan Uang
  • Tukarkan dengan uang pecahan

  • Jangan letakkan uang di satu tempat
  • Jangan buka dompet di tempat umum
  • Titipkan di safety box jika banyak
  • Ke masjid bawa uang secukupnya
Tips di Pondokan
  • Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat
  • Jangan naik lift sendiri
  • Simpan barang di tempat aman
  • Matikan peralatan listrik jika pergi
  • Matikan peralatan masak jika pergi
  • Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat
  • Buat denah pondokan

Kebugaran saat ibadah haji
  • Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.
  • Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.
  • Olahraga ringan setiap pagi

Tip Shalat di Masjid Nabawi
  • Gunakan pakaian hangat ketika berangkat
  • Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)
  • Hindari shalat di pelataran masjid
  • Ingat nomor rak sandal

Tips nyaman beribadah
  • Jangan tergantung pembimbing
  • Mantapkan tata cara berhaji
  • Hafalkan doa-doa
  • Buat kelompok kecil

Sumber : www.republika.co.id

Haji Mabrur


A. Indikator Saat Ibadah Haji


  1. Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
     
  2. Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.
     
  3. Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.
     
  4. Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

B. Indikator Setelah Ibadah Haji

  1. Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT.

  2. Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bid'ah dsb.
     
  3. Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat.
     
  4. Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda'wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma'ruf dengan cara yang ma'ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar.
     
  5. Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dsb.
     
  6. Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya.

  7. Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam.
     
  8. Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.
     
  9. Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa.
     
  10. Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan "Izzul Islam wal Muslimin".

          Sumber : Buku Petunjuk Ibadah Haji, Umroh dan Ziarah - Oleh : H. Dr. Miftah Faridl

Persiapan untuk pelaksanaan Haji



  1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
     
  2. Mempersiapkan mental utk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan ketangguhan, keikhlasan dan ketawakkalan atau kepasrahan kepada Allah SWT.
     
  3. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan.
     
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
     
  5. Melaksanakan janji yang pernah dinyatakan.
     
  6. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga.

  7. Memohon do'a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
     
  8. Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, khususnya manasik haji.
     
  9. Menjaga kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi selama dalam perjalanan haji.
     
  10. Mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dianggap perlu, diantaranya :

    Perlengkapan Pria
    a. Baju sehari-hari secukupnya  
    b. Kain Ihram 1 atau 2 stel  
    c. Ikat pinggang  
    d. Keperluan mandi  
    e. Kain sarung, 2 buah  

    Perlengkapan Wanita
    a. Mukena atas saja, minimal 2 buah  
    b. Tunik putih atau rok putih utk ihram 2 buah  
    c. Baju sehari-hari secukupnya  
    d. Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah  
    e. Kaos kaki sekitar 6 pasang  

    Perlengkapan unruk Pria dan Wanita
    a. Mantel utk tidur (bagi yang tidak kuat AC)  
    b. Selimut tipis  
    c. sandal jepis 2 pasang  
    d. Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah  
    e. Kaos kaki sekitar 6 pasang  
    f. Sepatu sandal atau sepatu tertutup yang tdk mudah lepas  
    g. Obat-obatan pribadi  
    h. Kantong plastik (kresek) sekitar 10 buah  
    i. Gunting kecil utk Tahallul  
    j. Payung  
    k. Senter  
    l. Biaya utk dam, kurban dsb.  

    Sumber : Buku Petunjuk Ibadah Haji dan Umroh - Oleh : H. Dr. Miftah Faridl.

Rukun Haji



Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah

 

Rukun HajiArti
Ihram Pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat
 
Wukuf di Arafah Berdiam diri dan berdoa di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah
 
Tawaf Ifadah Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah
 
Sa'i Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah
 
Tahallul Bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i
 
Tertib Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal
 

Tahapan Ibadah Haji

Jenis Haji Pelaksanaan
  Haji Tamattu
 
  Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh dahulu kemudian Ibadah Haji, dan diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Umroh
b. Ihram lagi dari miqat untuk Haji
c. Membayar Dam
d. Disunatkan Tawaf Qudum

  Haji Ifrad  
 
Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul.

a. Ihram dari miqat
untuk Haji
b. Ihram lagi dari miqat untuk Umroh
c. Tidak membayar Dam

  Haji Qiran  
 
Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.

a. Ihram dari miqat
untuk Haji dan Umroh
b. Melakukan semua pekerjaan haji
c. Membayar Dam

Pengertian Haji

Pengertian Haji
Sengaja datang ke Mekah, mengunjungi Ka'bah dan tempat-tempat lainnya untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
 


  Keutamaan Haji
   
  1. Ibadah Haji merupakan salah satu perintah Allah yang harus dikerjakan, bagi yang mampu.
  2. Ibadah Haji merupakan Jihad fi Sabilillah.
  3. Ibadah Haji dapat menghapuskan dosa, bagi yang menjalankannya sesuai dengan
    perintah Allah SWT.

  4. Haji dan Umroh merupakan kifarat/penebus dosa.Ada dosa yang yang hanya dapat ditebus
    dengan wukuf di Arafah saat Ibadah Haji.

  5. Surga adalah balasan bagi Haji yang mabrur.
  6. Biaya yang dikeluarkan untuk Ibadah Haji merupakan infaq fi sabilillah.

Mina

 
Mina merupakan lokasi di Tanah Haram Makkah (Tanah yang diharamkan bagi orang selain Muslim). Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal disini sehari semalam sehingga dapat melakukan sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Amalan seperti ini dilakukan Rasulullah SAW saat berhaji dan hukumnya sunnah. Artinya tanggal 9 Dzulhijah sebelum ke Arafah, tidak wajib bermalam di Mina.

Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan Wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumroh. Di Mina ini, pada malam hari tidur dan pada siang hari melempar jumroh. Yaitu tanggal 10,11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau tanggal 10,11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani.Untuk tanggal di atas, amalan bermalam dan melempar jumroh merupakan amalan wajib haji (yang jika tidak dilakukan, harus membayar dam atau denda).

Pada hari-hari biasa di Mina kosong tidak berpenduduk, walaupun terlihat bangunan permanen. Namun pada tanggal 10 Dzulhijah dan beberapa hari sebelumnya dipadati para jamaah haji.

Tanah di Mina tidak boleh dimiliki oleh perorangan, yang boleh adalah menempati untuk keperluan ibadah saja.Sesuai dengan riwayat isteri nabi, Aisyah , "Ya Rasullullah SAW, perlukah kami buatkan di Mina untuk anda berteduh?" , rasul menjawab ,"Jangan, sesungguhnya Mina adalah tempat duduk orang yang lebih dahulu datang".

Tempat atau lokasi melempar jumroh terdapat di Mina, yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula.

Mina juga merupakan tempat atau lokasi penyembelihan binatang kurban. Di Mina ada mesjid Khaif, merupakan masjid dimana Rasulullah SAW melakukan shalat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah Haji.

Muzdalifah

   
Setelah matahari terbenam (mulai masuk tanggal 10 Dzulhijah), dari Arafah berangkat ke Muzdalifah. Sholat Maghrib dan Isya dikerjakan di Muzdalifah dengan cara jama' takhir qashar.

Muzdalifah terletak antara Arafah dan Mina. Di Muzdalifah ini jamaah haji bermalam (mabit) dan mengambil 70 atau 49 butir batu kecil untuk persiapan lempar jumroh di Mina. Sholat Subuh dilaksanakan berjamaah di Muzdalifah.

Setelah sholat subuh, meninggalkan Muzdalifah menuju Mina untuk melakukan melempar jumroh. Bagi orang tua dan yang lemah/ sakit boleh meninggalkan Muzdalifah pada malam hari setelah lewat tengah malam baru menuju Mina.

Padang Arafah

   
Arafah merupakan tempat yang sangat penting pada ibadah Haji, dimana di Arafah ini jamaah haji harus melakukan Wukuf. Wukuf merupakan rukun Haji dan tanpa melaksanakan Wukuf di Arafah maka hajinya tidak syah.

Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah SWT.Saat itu semua manusia sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas imannya.

Wukuf secara harafiah berarti berdiam diri. Wukuf di Arafah adalah berada di Arafah pada waktu antara tergelincirnya matahari (tengah hari) tanggal 9 Dzulhijah sampai matahari terbenam dengan berpakaian ihram.Pada saat wukuf disarankan untuk memperbanyak doa sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan. Juga memperbanyak taubat memohon ampunan Allah SWT.Sebab saat wukuf adalah saat yang utama untuk berdoa, memohon ampun dan bertaubat.

Selain itu juga perbanyak ibadah lainnya seperti membaca Al Qur'an, takbir, tahmid, tahlil dsb. Selama wukuf jangan sampai melakukan sesuatu yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan kesucian ibadah saat Wukuf.

Adapun keutamaan Arafah adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW ,"Do'a yang paling baik adalah doa di hari Arafah".
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga bersabda ,"Tidak ada hari paling banyak Allah menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka kecuali hari Arafah".

Arafah berjarak sekitar 25 km di sebelah Tenggara Makkah dan merupakan padang pasir yang amat luas dan di bagian belakang dikelilingi bukit-bukit batu yang membentuk setengah lingkaran.Saat ini sudah ditanami dengan pohon-pohon.

Pada musim haji di bawah pohon-pohon inilah dipasang tenda. bagi yang tidak kebagian tenda cukup berteduh di bawah pohon. Untuk mengurangi panas di setiap sekitar 20 meter dipasang pipa setinggi 6 meter yang diatasnya memancar air halus yang mirip gerimis, dengan tujuan menurunan suhu di sekitarnya.

Pancaran air ini sangat bermanfaat dan dapat mengurangi banyaknya jamaah yang terkena high stroke (tiba-tiba lemas karena matahari yang panas)

Masjid Nabawi


   
Disebut Masjid Nabawi karena Nabi Muhammad SAW. selalu menyebutnya dengan kalimat, " Masjidku", pada setiap kali beliau menerangkan tentang sebuah masjid yang sekarang berada di pusat kota Madinah. Rasul bersabda," Sholat di masjidku ini lebih utama daripada sholat seribu kali di masjid lain, kecuali Masjidil Haram".
Dalam satu riwayat lain, Rasul bersabda," Barang siapa sholat di masjidku 40 waktu tanpa terputus, maka ia pasti selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik".
Masjid ini didirikan oleh Rasul SAW. dan sahabat-sahabat pada tahun pertama hijrah (622 M) seluas 1050 meter persegi, yaitu persis di sebelah barat rumah Rasul, yang sekarang rumah itu menjadi makam Rasul SAW dan termasuk dalam bangunan masjid.
Berziarah ke masjid Nabawi ini adalah masyru' (diperintahkan) dan termasuk ibadah. Penyataan ini sesuai dengan sabda Rasul : " Janganlah kau mementingkan bepergian kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsa'.

Shafa dan Marwah



Shafa dan Marwah merupakan dua bukit yang terletak dekat dengan Ka'bah.

Sejarah Shafa - Marwah tidak dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum di lembah pasir dan bukit yang tandus, Siti Hajar pergi mencari air pulang pergi dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali.

Saat kali ketujuh (terakhir). Ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya. Air itu adalah air Zamzam.

Tempat Mata Air Zam-Zam

   
Air Zamzam berasal dari mata air Zamzam yang terletak di bawah tanah, sekitar 20 meter di sebelah Tenggara Ka'bah. Mata air atau Sumur ini mengeluarkan Air Zamzam tanpa henti. Diamanatkan agar sewaktu minum air Zamzam harus dengan tertib dan membaca niat. Setelah minum air Zamzam kita menghadap Ka'bah.

Sumur Zamzam mempunyai riwayat yang tersendiri. Sejarahnya tidak dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, maka Siti Hajar pergi ke Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali.Namun tidak berhasil menemukan air setetespun karena tempat ini hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air dan belum didiami manusia selain Siti Hajar dan Ismail.

Penjelasan tentang sejarah ini adalah sbb :

Saat Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan Ismail tiba di Makkah, mereka berhenti di bawah sebatang pohon yang kering. Tidak berapa lama kemudian Nabi Ibrahim AS meninggalkan mereka.
Siti Hajar memperhatikan sikap suaminya yang mengherankan itu lalu bertanya ;" Hendak kemanakah engkau Ibrahim ?"
"Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua ditempat yang sunyi dan tandus ini ? ".
Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah kata pun.
Siti Hajar bertanya lagi;
"Apakah ini memang perintah dari Allah ?"
Barulah Nabi Ibrahim menjawab, "ya".
Mendengar jawaban suaminya yang singkat itu, Siti Hajar gembira dan hatinya tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.
Selang beberapa hari, air yang dari Nabi Ibrahim habis. Siti Hajar berusaha mencari air di sekeliling sampai mendaki Bukit Safa dan Marwah berulang kali sehingga kali ketujuh (terakhir ) ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya. Air itu adalah air Zamzam.
Air Zamzam yang merupakan berkah dari Allah SWT, mempunyai keistimewaan dan keberkatan dengan izin Allah SWT, yang bisa menyembuhkan penyakit, menghilangkan dahaga serta mengenyangkan perut yang lapar. Keistimewaan dan keberkatan itu disebutkan pada hadits Nabi , " Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah s.a.w bersabda: "sebaik-baik air di muka bumi ialah air Zamzam. Air Zamzam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit ".

Multazam

   
Multazam merupakan dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Ka'bah. Tempat ini merupakan tempat utama dalam berdoa, yang dipergunakan oleh jamah Haji dan Umroh untuk berdoa/ bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan Tawaf.

Saat bermunajat di depan Multazam ini, Jarang orang tidak meneteskan air mata di sini, terharu karena kebesaran Illahi.Multazam ini insya Allah merupakan tempat yang mustajab dalam berdoa, insya Allah doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Antara Rukun Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah, yang disebut Multazam. Tidak seorangpun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya"

Makam Ibrohim

   
Maqom Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan atau pendapat sebagian orang. Maqom Ibrahim adalah batu pijakan pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka'bah. Letak Maqom Ibrahim ini tidak jauh, hanya sekitar 3 meter dari Ka'bah dan terletak di sebelah timur Ka'bah.

Saat ini Maqom Ibrahim seperti terlihat pada foto di atas. Di dalam bangunan kecil ini terdapat batu tempat pijakan Nabi Ibrahim seperti dijelaskan di atas. Pada saat pembangunan Ka'bah batu ini berfungsi sebagai pijakan yang dapat naik dan turun sesuai keperluan nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim masih nampak dan jelas dilihat.
Atas perintah Khalifah Al Mahdi Al Abbasi, di sekeliling batu Maqom Ibrahim itu telah diikat dengan perak dan dibuat kandang besi berbentuk sangkar burung.

Hijir Ismail

   
Hijir Ismail, berdampingan dengan Ka'bah dan terletak di sebelah utara Ka'bah, yang dibatasi oleh tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi 1,5 meter. Hijir Ismail itu pada mulanya hanya berupa pagar batu yang sederhana saja. Kemudian para Khalifah, Sultan dan Raja-raja yang berkuasa mengganti pagar batu itu dengan batu marmer.

Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.
Berdasarkan kepada sabda Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, sebagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka'bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah r.a. yang berbunyi : 'Dari 'Aisyah r.a. katanya; "Aku sangat ingin memasuki Ka'bah untuk melakukan sholat di dalamnya. Rasulullah s.a.w. membawa Siti 'Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata " Sholatlah kamu di sini jika kamu ingin sholat di dalam Ka'bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka'bah.
Sholat di Hijir Ismail adalah sunnah, dalam arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah Haji atau ibadah Umroh.

Hajar Aswad

   
Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam yang berada di sudut Tenggara Ka'bah, yaitu sudut dimana tempat Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan batu yang diturunkan Allah SWT dari Surga melalui malaikat Jibril.

Hajar Aswad berupa kepingan batu yang terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan direkat dengan lingkaran perak.

Dalam salah satu riwayat Bukhari-Muslim, diterangkan bahwa Sayyidina Umar, sebelum mencium Hajar Aswad mengatakan, "Demi Allah, aku tahu bahwa kau adalah sebuah batu yang tidak dapat berbuat apa-apa.Kalau aku tidak melihat Rasul SAW mencium-mu, tidak akan aku mencium-mu:.

Jadi mencium Hajar Aswad bukanlah suatu kewajiban bagi umat Islam, tapi merupakan anjuran dan sunnah hukumnya.Maka kalau keadaan tidak memungkinkan karena penuhnya orang berdesakan, sebaiknya urungkan saja niat untuk mencium atau mengusap batu ini.

Masjidil Al-Harom


   
Sebagai pusat kota Makkah adalah Masjid Al-Haram, dimana didalamnya terdapat Ka'bah sebagai arah kiblat umat Islam pada waktu sholat. Masjid ini mula-mula dibangun secara permanen oleh Sayyidina Umar bin Al Khattab pada tahun 638 M.

Dari masa-ke masa Masjidil Haram selalu mengalami pembaharuan dan perluasan diprakarsai oleh raja-raja Islam yang memberi perhatian terhadap Masjidil Haram.Pembangunan besar-besaran dalam sejarah diprakarsai oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz yang bergelar :"Pelayan Dua Tanah Haram Makkah dan Madinah".

(Dikatakan Tanah Haram karena Tanah ini diharamkan bagi umat lain, selain umat Muslim).Saat ini luas Masjid Al Haram 328.000 meter persegi dan dapat menampung 730.000 jamaah dalam satu waktu sholat berjamaah.

Masjid ini melingkari Ka'bah, maka pintunya banyak. Ada 4 pintu utama dan 45 pintu biasa yang biasanya buka 24 jam sehari.

Keistimewaan Masjidil Haram banyak sekali, antara lain : Shalat di masjid ini lebih utama daripada shalat seratus ribu kali di masjid lain. Begitupun berdzikir, berdoa, bersedekah dan beramal baik lainnya.

Pengertian Haji Tammatu

Tamattu artinya bersenang-senang adalah  melaksanakan Ibadah  Umrah terlebih dahulu dan setelah itu baru melakukan Ibadah Haji. setelah selesai melaksanakan Ibadah Umran yaitu : Ihram, tawaf, Sa’i  jamaah boleh langsung tahallul, sehingga jama’ah sudah bisa melepas ihramnya.
Selanjutnya jama’ah tinggal menunggu tanggal 8 Zulhijah untuk memakai pakaian Ihram kembali dan berpantangan lagi untuk melaksanakan Ibadah Haji. Karena kemudahan itulah Jema’ah dikenakan “Dam” atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. 3 hari di Tanah Suci, 7 hari di Tanah Air.
Bagi jema’ah yang lebih awal berada di Madinah persiapan ihramnya dilaksanakan di Madinah sedangkan Miqatnya dilakukan di  Bir Ali (Zulhulaifah),  di jalan raya menuju Mekah sekitar 12 KM dari kota Madinah.  Sedangkan bagi jema’ah yang datang belakangan dan langsung ke Mekah miqatnya dapat dilakukan di pesawat udara saat melintas batas miqat. Persiapan Ihram untuk ibadah Umrah sebaiknya dilakukan di tanah air sebelum berangkat.
PELAKSANAAN IBADAH UMRAH HAJI TAMATTU
Bagi Jama’ah haji yang baru berangkat ataupun telah sampai dapat melakukan niat dan melaksanakan tertib haji sebagai berikut :
Persiapan Ihram :
Memotong Kuku.
Memotong rambut secukupnya.
Mandi sunnat ihram.
Memakai wangi-wangian.
Memakai pakaian ihram.
MIQAT di Saudi. (Bir Ali, Rabiqh, Zatu Irqin, Qarnul Manazil dan Yalamlam) Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :
Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Umratan
Diperjalanan ke Mekah membaca “Talbiah” sebanyak-banyaknya.
Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :
Umrah (Tawaf , Sa’i).
atau Tawaf saja 7 kali keliling.
Apabila rangkaian ibadah tersebut sudah dilaksanakan, maka selesailah pelaksanaan ibadah Umrah. Jama’ah sudah boleh mengganti pakaian Ihram dengan pakaian biasa, sambil menunggu saatnya pelaksanaan ibadah Haji 8 Zulhijah. Jama’ah Haji Tamattu sudah boleh nelakukan apa saja yang terlarang selama Ihram.
PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAMATTU
Ibadah Haji dimulai dengan memakai pakaian dan niat Ihram pada tanggal 8 Zulhijah. Persiapan Ihram dilakukan di tempat penginapan Mekah, sedangkan shalat sunat dan niat Ihramnya bisa dilakukan di rumah atau Masjidil Haram. Niatnya : Labbaika Allahumma’ Hajjan.
PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAMATTU
TEMPAT           TANGGAL                       KEGIATAN
Mekah               8 Zulhijah (pagi)              Berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.
Mina                  8 Zulhijah (siang – malam)   Mabit atau menginap di Mina sebelum
                                                                   berangkat
                                                                   ke Arafah, sebagaimana yang dilakukan
                                                                   Rasullulah SAW
Mina – Arafah  9 Zulhijah (Pagi)                 Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit atau
                                                                   setelah shalat Subuh.
Arafah                9 Zulhijah (Siang – sore)     Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu waktu
                                                                  wukuf (pada tengah hari).
                                                                   Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar (zuhur 2
                                                                   rakaat, Ashar 2 rakaat) dilaksanakan pada
                                                                   waktu zuhur
                                                                   Setelah shalat laksanakan wukuf dengan
                                                                    berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus menerus
                                                                   setengah hari sampai waktu Maqrib.
Arafah-Muzdalifah 9 Zulhijah (sore-malam)     Setelah matahari terbenam segera berangkat ke
                                                                   Muzdalifah. Shalat Maqrib dilaksanakan di
                                                                   Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya seperti
                                                                   yang dilakukan Rasulullah.
Muzdalifah          9 Zulhijah (malam)             Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir.
                                                                   Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah, paling
                                                                   kurang sampai lewat tengah malam. sambil
                                                                   mengumpulkan krikil untuk melontar Jumrah
                                                                    Aqabah.
                                                                    Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk
                                                                    melontar “Jumrah Aqabah” besok pagi.
                                                                    Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah
                                                                    berangkat ke Mina
Mina                  10 Zulhijah                         Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.
                                                                    Tahallul awal.
                                                                    Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan tawaf
                                                                    ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul Qubra.
                                                                    Harus sudah berada kembali di Mina sebelum
                                                                     Magrib.
                                                                     Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat
                                                                     tengah malam.
Mina                   11 Zulhijah                         Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah
                                                                     masing – masing 7 kali.
                                                                     Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum
                                                                     Maqrib sampai lewat tengah malam.
Mina                   12 Zulhijah                         Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah
                                                                     waktu subuh masing – masing 7 kali.
                                                                      Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah
                                                                      sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf
                                                                     ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang
                                                                      belum.
                                                                     Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.
Mina                   13 Zulhijah (pagi)                Bagi yang Nafar Tsani :
                                                                      Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah
                                                                      masing-masing 7 kali
                                                                      Kembali ke Mekah
Mekah                13 Zulhijah (siang – malam)     Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi
                                                                      yang belum. Bagi yang sudah melakukan Sa’I
                                                                      sesudah tawaf Qudum (ketika baru tiba di
                                                                       Mekah) tidak perlu Sa’i langsung saja
                                                                       melakukan Tahallul.
                                                                       Ibadah Haji  selesai.

Sumber :  http://umrohhajiku.com/

Pengertian Ihram

Ihram merupakan pakaian wajib kaum muslimin yang hendak melaksanakan Ibadah haji maupun Umrah. Pakaian Ihram adalah pakaian putih yang yang disebut juga pakaian suci, pakaian ini tidak boleh dijahit. cara pemakaiannya dililitkan kesekeliling tubuh (jama’ah pria).
Mengenakan pakaian Ihram merupakan tanda ibadah Haji atau Umrah dimulai. Pada saat ini talbiyah diucapkan dengan Lafaz : Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni’mata laka wal mulk Laa syariika laka. artinya : Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiNya,Ya Allah aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu semata-mata. Segenap kerajaan untukMu. Tidak ada sekutu bagiMu
Pria :
Pakaian ihram pria terdiri dari dua lembar kain, sehelai melilit tubuh mulai dari pinggang hingga dibawah lutut dan sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Pria itu tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki.
Wanita :
Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan. Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet
Larangan : pada saat Ihram jama’ah dilarang melakukan perbuatan sebagai berikut :
Menebang pepohonan
Mempermainkan atau membunuh binatang
Memotong kuku
Menikah, menikahkan (melamar)
Melakukan hubungan Seks atau bercumbu
Berbicara kotor
Bertengkar dan
Mencaci maki.
Dengan demikian mereka harus bersabar sampai tiba waktu Tahallul. Apabila melanggar salah satu ketentuan diatas maka jamma’ah diwajibkan membayar Dam atau denda.

Sumber : http://umrohhajiku.com/